Ilmuwan Menemukan Kehidupan Makhluk Asing Berada Di 27 KM Di Atas Bumi

Advertisemen
Ilmuwan Menemukan Kehidupan Makhluk Asing Berada Di 27 KM Di Atas Bumi

AstroSiana - Ilmuwan Inggris telah menemukan bukti bentuk organisme mikroskopis yang hidup 27 kilometer di atas Bumi di stratosfer dan berpendapat bahwa hal itu tidak mungkin dibawa oleh badai sampai ke atmosfer karena ukuran mereka yang terlampau kecil. Mereka menyimpulkan bahwa organisme tersebut berasal dari luar bumi

Para peneliti dari University of Sheffield dan Universitas Buckingham menggunakan balon yang dirancang khusus untuk mengumpulkan sampel di stratosfer pada bulan Juli tahun ini selama periode hujan meteor Perseid  tahunan. Peralatan yang dibawa balon udara mengambil sampel yang mengungkapkan fragmen alga bersel tunggal yang dikenal sebagai diatom.

Para ilmuwan berpendapat bahwa tidak mungkin diatom berasal di Bumi. "Kebanyakan orang menganggap bahwa partikel biologis yang mencapai stratosfer berasal dari Bumi," kata Profesor Milton Wainwright, dari departemen biologi molekuler dan bioteknologi di University of Sheffield. "Tapi secara umum diterima bahwa partikel dengan ukuran sangat kecil seperti yang ditemukan tidak dapat terbang dari bumi ke ketinggian hingga 27km."

Para ilmuwan telah menyatakan bahwa satu-satunya cara organisme sekecil itu bisa mencapai jarak 27 km dari Bumi harus melalui letusan gunung berapi yang sangat dahsyat, tetapi tidak ada letusan seperti itu terjadi dalam waktu tiga tahun hingga sampel ditemukan.

"Dengan tidak adanya mekanisme dari bumi untuk membawa organisme sekecil itu hingga stratosfer, kita hanya dapat menyimpulkan bahwa entitas biologis berasal dari luar angkasa," kata Wainwright.

Temuan ini memiliki implikasi besar bagi pemahaman kita tentang bagaimana kehidupan di bumi berasal. Para ilmuwan percaya bahwa penemuan ini bisa menjadi bukti pertama yang menunjukkan asal-usul kehidupan di Bumi, yang mungkin dilakukan  oleh meteorit, sebuah teori yang dikenal sebagai Panspermia.

"Kesimpulan kami kemudian adalah bahwa kemungkinan kehidupan di Bumi berasal dari ruang angkasa, hidup tidak terbatas di bumi dan itu hampir pasti tidak berasal dari bumi," seperti ditulis oleh para penulis penelitian.

Penelitian lebih lanjut pada sampel saat ini terus berjalan untuk menentukan hasil pasti "dari mana organisme yang ditemukan di stratofer ini berasal - berasal dari Bumi, atau jatuh ke planet kita dari luar angkasa?" Ini akan terungkap melalui rasio isotop tertentu dalam diatom yang ditemukan. (RR/tr/120814)
Advertisemen

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments