Tanoar Ilmu Astronomi Kuno Milik Masyarakat Saparua

Advertisemen
Tanoar Ilmu Astronomi Kuno Milik Masyarakat Saparua

AstroSiana - Di Maluku Tengah, tepatnya di Pulau Saparua menggunakan Tanoar untuk membuat perahu tradisional. Tanoar adalah perhitungan waktu atau hari baik yang masih digunakan oleh masyarakat Saparua sejak zaman dahulu.

Penelitian yang dilakukan oleh Lucas pada tanggal 5-18 Juni 2014 di Pulau Saparua yang bertempat di Jazirah Hatawano dan Jazirah Tenggara, bahwa masyarakat di pulau ini menggunakan perhitungan astronomi kuno untuk membuat perahu tradisionla yaitu tanoar, dengan menghitung jumlah purnama.

Dari perhitungan purnama, dapat diketahui kuatnya kayu untuk membuat perahu, apabila kayu yang diambil pada saat bulan tidak tepat, Maka kayu akan dimakan oleh rayap.

Sedangkan kayu yang digunakan adalah kayu yang ditanam sendiri oleh masyarakat untuk membuat perahu yaitu kayu pohon Titi, Salawaku, Gopasa dan Semar. Harga kayu berkisar Rp. 300.000 - 800.000 - gelodong.

Seperti dilansir Merdeka. Ilmu tanoar ini telah ada pada sebuah buku yang bernama Nats, yaitu buku yang berisi panduan untuk membuat perahu dan ilmu astronomi kuno di daerah tersebut.

Ditambahkannya, ada dua jenis perahu tradisional di Pulau Saparua, yakni kole-kole (perahu yang menggunakan penyangga di kiri dan kanan perahu) yang digunakan untuk melaut, dan belang (sejenis sampan besar) yang hanya digunakan untuk perlombaan perahu manggurebe (perlombaan dayung sampan tradisional).
Advertisemen

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments