NASA Hadirkan Satelit Peneliti Karbondioksida

Advertisemen
NASA Hadirkan Satelit Peneliti Karbondioksida

AstroSiana - NASA membuat sebuah satelit untuk memantau karbondioksida. Satelit ini diluncurkan merupakan bagian dari penelitian tentang pemanasan global pada bumi secara keseluruhan.

Setiap hari, sekira 100 juta ton karbondioksida dihasilkan dari industri minyak dan batu bara melalui pembakaran. Kemudian, karbondioksida ini melayang ke udara, demikian dimuat pada laman Nytimes.

Ilmuwan mengungkap, karbondioksida atau gas ini terperangkap di atmosfer sehingga menghasilkan pemanasan global secara bertahap. Kabarnya, setengah dari karbondioksida ini menetap di atmosfer, setengahnya lagi kembali lagi ke Bumi.

Karbondioksida yang kembali ke Bumi mengalami proses pelarutan dalam lautan. Ini yang masih dalam tahap peneliti, di mana gas karbondioksida yang ada di Bumi dapat menghilang.

"Di suatu tempat di Bumi, di darat, seperempat dari semua emisi karbondioksida yang dirilis melalui emisi bahan bakar fosil menghilang," ungkap David Crisp, ilmuwan senior di NASA Jet Propulsion Laboratory.

Satelit Orbiting Carbon Observatory-2 dijadwalkan meluncur pada Selasa dari Vandenberg Air Force Base, California untuk menjawab teka-teki karbondioksida yang menghilang. Satelit ini akan berada pada ketinggian 438 mil dan mengamati titik yang sama setiap 16 hari pada perputaran Bumi.

Melalui bantuan satelit, pengukuran akan dilakukan yang memungkinkan para ilmuwan untuk mengamati naik turunnya karbondioksida. Peneliti juga ingin mengetahui perubahan keseimbangan tingkat karbondioksida melalui musim kemarau atau hujan.
Advertisemen

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments